Cara Whatsapp marketing adalah pengetahuan yang banyak dicari. Ini sebenarnya merupakan hal wajar. Whatsapp adalah aplikasi terpopuler di Indonesia. Hampir setiap smartphone memasang Whatsapp untuk berkomunikasi.

Dengan banyaknya pengguna tersebut, menjadikan Whatsapp sebagai media pemasaran merupakan keputusan tepat. Terlebih lagi untuk Anda yang memiliki budget minim. Seluruh pemasaran menggunakan Whatsapp bisa dilakukan secara gratis.

Oleh sebab itu, setiap orang pasti bisa menggunakannya. Efektivitas dalam melakukan pemasaran sangat penting untuk diperhatikan. Ketika efektivitas ini dihiraukan, kesuksesan dalam pemasaran tidak akan didapat.

Oleh sebab itu, perlu diketahui tata cara agar pemasaran menggunakan Whatsapp bisa efektif. Tanpa diketahuinya tata cara tersebut, segala upaya akan menjadi percuma.

Cara Whatsapp Marketing Paling efektif

Cara menggunakan Whatsapp sebagai media marketing sebenarnya mudah. Terdapat beberapa poin yang perlu dipikirkan dalam pelaksanaannya.

Namun untuk sekarang, pastikan untuk memerhatikan setiap poin dengan baik. Jika sampai ada yang terlewat, hasil yang didapat pasti akan mengecewakan.

  1. Kumpulkan Kontak

Poin pertama dalam cara Whatsapp marketing adalah mengumpulkan kontak. Jika sudah masukkan ke dalam daftar kontak, semua bisa dilakukan secara mudah. Cara bertanya, memesan, atau komplain bisa dilakukan tanpa kendala.

Whatsapp sendiri tidak membatasi jumlah kontak yang bisa disimpan. Oleh sebab itu, pebisnis bisa menyimpan kontak dalam jumlah sebanyak mungkin. Namun dalam pemilihan kontak, ada satu hal yang perlu dipikirkan.

Dalam berbisnis, seseorang pasti memiliki target pasar. Pastikan orang-orang yang akan dijadikan sekontak merupakan target pasar. Memiliki banyak kontak akan percuma jika orang tersebut bukanlah target pasar. Nantinya pembelian jelas tidak akan dilakukan.

  1. Arahkan Konsumen

Whatsapp adalah media yang sangat mudah dalam menjalin komunikasi dengan konsumen. Cukup ketahui nomornya lalu simpan di kontak. Nantinya, Whatsapp akan melakukan sinkronisasi sehingga profilnya akan terlihat di aplikasi.

Namun saat penyimpanan kontak, mengarahkan konsumen juga merupakan poin penting. Pastikan konsumen diarahkan untuk menyimpan nomor Anda. Walaupun nomor konsumen tersebut disimpan, semua akan percuma jika nomor pebisnis tidak mereka simpan.

Itu membuat story yang nantinya dibuat tidak akan bisa sampai ke konsumen. Biasanya, pebisnis akan mendapat kontak konsumen setelah konsumen tersebut melakukan pembelian.

Jika pembelian telah selesai, langsung saja minta konsumen untuk menyimpan kontak Anda. Ini sangat wajar mengingat konsumen sendiri mungkin saja suatu saat merasa perlu.

  1. Buat Persona

Dalam bahasa Indonesia, persona dapat diartikan sebagai topeng. Perlu diketahui, keberadaannya sangat penting dalam cara Whatsapp marketing. Topeng yang dimaksud disini adalah wajah yang akan ditampilkan kepada konsumen.

Pastikan memiliki ciri khas sehingga bisnis bisa mudah diingat. Inti dari pembuatan persona adalah perbedaan. Untuk itu, cobalah lihat dulu produk pesaing yang mungkin kedepannya akan terjadi rivalitas.

Carilah sesuatu yang tidak dimiliki pesaing dan jadikan itu sebagai identitas dan keunggulan. Oleh sebab itu, konsumen akan memiliki alasan mengapa harus memesan di tempat Anda.

  1. Tawarkan Konten

Buatlah konten yang menarik. Ini juga sangat penting dalam cara Whatsapp marketing. Pembuatan konten sendiri tentu harus sesuai dengan persona yang awalnya telah ditentukan.

Pesan yang ditawarkan pada konten juga harus jelas. Pastikan konsumen memahami apa yang ingin disampaikan oleh pebisnis. Ada dua cara melakukan penawaran konten di Whatsapp. Cara pertama adalah dengan menggunakan story.

Ini adalah cara termudah dengan kesan lebih umum. Jika menggunakan story, pastikan jangan membuat dalam jumlah terlalu banyak setiap harinya. Ini hanya akan membuat konten Anda terlihat sebagai spam.

Tiga atau empat kali sehari sudah cukup ketika menawarkan konten menggunakan story. Menggunakan broadcast juga bisa dijadikan pilihan. Tentu jangan terlalu sering menggunakan broadcast.

Satu sampai dua kali seminggu sudah cukup. Jika terlalu sering, konsumen akan merasa bahwa privasinya terganggu.

  1. Balas Chat

Konsumen pasti mengharapkan semua pertanyaan dijawab dengan baik. Oleh sebab itu, perilaku responsif merupakan hal wajib. Pastikan untuk langsung menjawab ketika konsumen baru saja bertanya.

Pastikan juga jawaban yang diberikan memang menjawab apa yang diinginkan konsumen. Tidak perlu memberikan jawaban yang baku. Kesan lebih santai juga tepat untuk menjalin kedekatan.

Jika ingin lebih memahami tentang Whatsapp Marketing, ikuti saja kelasnya secara online. Anda bisa langsung menghubungi kelasbelajar.net.

Selain Whatsapp Marketing, ada juga banyak media pemasaran lain yang akan diberitahukan. Dengan itu, cara Whatsapp marketing secara lebih detail akan diketahui.

Similar Posts